Pages

Rabu, 19 Oktober 2016

SEL HEWAN DAN TUMBUHAN

SEL HEWAN DAN TUMBUHAN


Pada awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri.

Kata ‘sel’ berasal dari kata Latin “cellulae” yang berarti 'kamar-kamar kecil'. Anton van Leeuwenhoek melakukan banyak pengamatan terhadap benda-benda dan jasad-jasad renik dan menunjukkan pertama kali pada dunia ada "kehidupan di dunia lain" yang belum pernah dilihat oleh manusia.

Bahasan tentang sel merupakan hal mendasar untuk memahami organisme, karena sel adalah struktur dan fungsi terkecil dari organisme, dan hampir semua organisme tersusun atas sel. Sel umumnya tersusun atas membran, sitoplasma, dan inti sel. Ada organisme yang tidak tersusun atas sel contohnya virus. Virus tidak memiliki sitoplasma, hanya terdiri atas protein, RNA atau DNA, karbohidrat, lemak, dan mineral. Organisme seluler ada yang terdiri atas satu sel atau uniseluler dan ada yang terdiri atas banyak sel atau mulltiseluler. Cabang biologi yang membahas khusus tentang sel disebut sitologi.

Sel memiliki karakter tertentu sehingga dapat memberikan gambaran saat diberi pewarnaan. Karakter tersebut memberikan gambaran atas peran fungsional sel seperti kemampuan sekresi, keaktifan sel dalam produksi protein, endokrin, pergerakan, absorpsi, ekskresi, perlindungan, reproduksi, kematian sel, dan sebagainya.

Sel


Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil dari mahluk hidup seluler. Mahluk hidup seluler terdiri atas satu sel (uni seluler) contohnya Bakteri dan banyak sel (multi seluler) contohnya tumbuhan dan hewan tingkat tinggi.

Sel memiliki karakteristik dasar yang unik,diantaranya sel merupakan struktur kompleks namun teratur, memiliki program genetik dan memiliki cara untuk menggunakannya, mampu memperbanyak diri, melaksanakan reaksi kimia, dan sel juga mampu merespon terhadap berbagai rangsang.

Sel memiliki keragaman berdasarkan bentuk dan ukuran, pergerakannya (ada beberapa sel yang bergerak cepat dan memiliki struktur berubah-ubah, ada juga yang cenderung tidak bergerak dan memiliki struktur tetap), struktur sel dan ada tidaknya membran inti. Keragaman lainnya dilihat dari sel membutuhkan O2 untuk hidup atau tidak membutuhkan O2.


sel prokariotik dan sel eukariotik
Beberapa organel pada sel hewan dan sel tumbuhan ada yang berbeda, ada beberapa organel pada sel hewan yang tidak terdapat pada sel tumbuhan, begitupun sebaliknya dengan sel tumbuhan, ada beberapa organel sel tumbuhan yang tidak terdapat pada sel hewan, diantaranya : pada sel hewan terdapat lisosom dan sentriom, sedangkan pada sel tumbuhan terdapat dinding sel,vakuola, plastid, dan peroksisom.

SEL PROKARIOTIK DAN SEL EUKARIOTIK


Sel pada makhuk hidup dibedakan atas dasar struktur sel dan ada tidaknya membran inti menjadi dua kelompok yaitu kelompok sel prokariotik dan sel eukariotik. Sel prokariotik contohnya bakteri dan ganggang biru. Sel prokariotik tidak memiliki membran nukleus yang jelas untuk melindungi DNA. Sedangkan, sel eukariotik contohnya sel tumbuhan dan hewan tingkat tinggi, fungi. Sel eukaryotik memiliki kompartemen sitoplasma yang dikelilingi membran yang jelas, nukleus berisikan DNA.

Kebanyakan sel prokarotik berukuran kecil dan berpenampilan sederhana serta hidup sebagai individu independen atau dalam komunitas yang terorganisasi secara longgar. Jenis ini berbentuk sferis atau batang, berukuran beberapa mikrometer dalam dimensi linear. Sel prokariota juga memiliki lapisan perlindungan yang kuat, yaitu dinding sel yang di bawahnya terdapat membran plasma yang menutupi kompartemen sitoplasma tunggal yang berisi DNA, RNA, protein-protein, dan banyak molekul lainya yang penting untuk kehidupan.

Bentuk sel eukariota bisa berupa gelendong, pipih, bulat, kuboid, columnar. Sel dibentuk atas kompartemen yaitu nukleus dan sitoplasma. Di dalam sitoplasma, terdapat kompartemen-kompartemen lain yang juga dibentuk oleh membran plasma yang juga disusun terutama oleh dwilapis fosfolipid. Kompartemen ini membentuk ruang di dalam sel, organel, atau pun vesikel. Selain organel sel, terdapat pula sitoskeleton dan sitosol.
sel hewan dan sel tumbuhan

Organel sel yang sama pada sel hewan dan sel tumbuhan:


Membran Plasma


Membran sel merupakan selaput terluar sel yang berupa bilayer lipid dengan protein integral dan ferifer. Tebal membran sel antara 7,5 - 10 nanometer, sifatnya selektif permeabel. Fungsi spesifik membran plasma dan berbagai tipe membran didalam sel bergantung pada jenis fosfolipid dan protein yang ada. Membran plasma juga memiliki karbohidrat yang melekat pada permukaan luarnya.

membran sel

Fungsi lain membran sel yaitu untuk pelindung, reseptor dan mengatur keluar masuknya zat dari dan ke luar sel dengan cara difusi, osmosis, difusi berfasilitas, dan transport aktif. Difusi adalah pergerakan molekul dari konsentrasi tinggi (hipertonis) ke konsentrasi rendah (hipotonis). Osmosis adalah pergerakan air dari konsentrasi air tinggi (banyak air) ke konsentrasi air rendah (sedikit air) melalui membran semi permeabel. Difusi berfasilitas adalah difusi atau perpindahan zat yang menggunakan protein pembawa tanpa memerlukan energi (ATP). Transpor aktif adalah pergerakan molekul melalui membran yang memerlukan energi ATP.


Retikulum Endoplasma (RE)

retikulum endoplasma

Retikulum endoplasma atau RE merupakan labirin membran yang banyak, sehingga retikulum ini meliputi separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik. Retikulum endoplasma berupa vesikel atau kantung yang dapat berbentuk pipih, bundar, atau tubuler dan satu sama lain dapat berhubungan. RE memiliki selapis membran, dan membran tersebut ada yang berhubungan dengan membran inti dan membran plasma sehingga dapat berperan sebagai penghubung antara bagian luar sel dengan bagian dalam sel. Terdapat dua jenis RE yaitu :

· RE halus (REH) yakni RE yang tidak dilekati ribosom, yang berfungsi dalam bermacam-macam proses metabolisme, termasuk sintesis lipid, metabolisme karbohidrat, serta menawarkan obar dan racun. Enzim RE halus penting untuk sintesis lipid, termasuk fosfolipid dan steroid. Diantara steroid yang dihasilkan oleh RE halus adalah hormon seks vertebrata dan berbagai hormon steroid yang di sekresi oleh kelenjar adrenalin.
· RE kasar (REK) yakni RE yang dilekati ribosom. RE memiliki peran anabolik dan protektif. Peran anabolik yakni mensintesis kolesterol, hormon steroid, dan asam-asam empedu. Peran katabolik yakni dapat mengubah atau menetralisir bahan yang bersifat toksik. Mekanisme kerja antar RE dan organel lain seperti mitokondria dapat saling berhubungan.


Badan Golgi


Struktur Badan Gogi berbentuk tumpukan kantong-kantong pipih, (didalamnya terdapat pula yang bundar dan tubuler), yang sangat kompleks yang memiliki dua permukaan yakni permukaan luar berbentuk cembung (forming face) dan permukaan dalam berbentuk cekung (maturing face). Membran yang membentuk kantong sebanyak selapis. Badan Golgi berfungsi menghasilkan lisosom, sekret, dan menyimpan protein serta enzim yang akan disekresikan.

Badan Golgi terdapat di mana-mana dalam sel, terdiri dari membran dengan ketebalan sekitar 6–8nm. Unit dasar Badan golgi adalah diktiosom atau Golgi field. Apparatus Golgi terdiri atas tumpukan 3-8 membran yang berbentuk arkuata (menyerupai busur) dalam jarak dekat satu sama lainnya. Membran mengelilingi sisterna sempit yang panjang, yang sedikit melebar pada ujung-ujungnya. Sisterna Golgi selalu didampingi vesikel Golgi vesicles, yang mengantar dan mengekspor material (vesikel transpor). Materi yang diterima dari RE dimodifikasi dan disimpan dalam badan golgi dan akhirnya dikirim di permukaan sel atau tujuan yang lain.

Mitokondria


Mitokondria berbentuk bulat lonjong atau bercabang, ukurannya 500 sampai 2000 nm. Mitokondria banyak terdapat pada sel yang sedang aktif. Struktur mitokondria dikelilingi dua lapisan membran yaitu membran luar dan membran dalam. Membran dalam membentuk lipatan-lipatan ke dalam membentuk krista. Ruang dalam mitokondria berisi matrik mitkondria yang mengandung banyak enzim.

Gambar 6. Mitokondria

Mitokondria berfungsi sebagai penyedia energi bagi sel adalah komponen sel berserabut seperti batang, dan bergranul. Struktur dasar mengikuti dasar-dasar bentuk yang sama pada semua mitokondria. Bentuk dan ukuran mitokondria bisa sangat berbeda, dari yang kecil hingga yang ukuran besar jumlah mitokondria dalam satu sel juga bervariasi. Selain dari mitokondria jenis krista, ada juga mitokondria dengan membran dalam yang menonjol ke dalam mitokondria seperti jari tangan atau saku. Mereka adalah mitokondria jenis tubular atau saccular. Tonjolan ini juga dapat menyerupai batang atau memiliki tepi-tepi, seperti yang mereka lakukan dalam mitokondria jenis prismatik. Mitokondria jenis tubular dan saccular terjadi pada sel-sel yang memproduksi hormon steroid.


Inti sel atau Nukleus


inti sel atau nukleus

Letak inti sel pada sitoplasma biasanya di tengah. Umunya sel mahluk hidup mengandung satu inti, tetapi ada pula yang memiliki inti lebih dari satu misalnya sel otot lurik. Bagian-bagian inti sel yaitu:

1. Membran inti


Membran inti memisahkan inti sel dari sitoplasma. Membran inti terdiri dari dua lapisan membran dan pada daerah-daerah tertentu terdapat pori-pori yang berfungsi tempat keluar masuknya bahan kimia. Lapisan membran yang sebelah luar berhubungan dengan membran reticulum endoplasma.

2. Nukleoplasma dan Kromosom


Inti sel mengandung nukleoplasma atau plasma inti. Bahan kimia yang terdapat pada nukleoplasma yaitu larutan fosfat, gula ribose, protein, nukleotida, dan asam nukleat. Pada nukleoplasma terdapat benang-benang kromatin yang tampak jelas pada saat pembelahan sel membentuk kromosom. Fungsi kromosom yaitu mengandung material genetik yang berguna untuk mengontrol aktivitas hidup sel dan pewarisan sifat-sifat yang diturunkan.

3. Nukleolus


Nukleolus mengandung nukleoli yang berbentuk bulat. Secara kimia nukleolus mengandung RNA dan protein. Nukleolus berfungsi untuk sisntesis RNA ribosom.


Mikrotubulus


Mikrotubulus berbentuk benang silindris, kaku, berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel, motilitas sel, pergerakan kromosom dalam pembelahan sel, pergerakan organel, dan sebagai "rangka sel".


Mikrofilamen


Mikrofilamen sama seperti Mikrotubulus, tetapi lebih lembut. Mikrofilamen yaitu batang padat yang berdiameter sekitar 7 nm. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen berperan dalam mempertahankan bentuk sel, kontraksi otot, mobilitas sel,  dan pembalahan sel.


Filamen intermediate


Filament ini memiliki diameter 8-12 nm, lebih besar daripada diameter mikrofilamen, namun lebih kecil daripada diameter mikrotubulus, sehingga disebut dengan filament intermediate. Struktur filament intermediat yaitu protein fibrosa. Fungsi filament ini yaitu mempertahankan bentuk sel, tambatan nucleus dan organel lain, serta pembentukan lamina nukleus .
sentriol


Sel Hewan


Pada sel hewan organel-organel seperti nikleus, membran plasma, mitokindria, dan lainnya sama dengan sel tumbuhan, yang membedakan yakni adanya organel seperti :

Lisosom


Lisosom terdapat pada sel hewan, bentuknya seperti bola, terdiri atas selapis membran, dan diameternya kurang lebih 500 nm. Lisosom berfungsi untuk mencerna bahan makanan yang masuk ke dalam sel, baik secara pinositosis (makanan yang ‘ditelan’ berupa cairan) maupun secara fagositosis (makanan yang ‘ditelan’ berupa padatan). Lisosom meliputi lisosom primer, dan sekunder. Lisosom primer yakni lisosom yang belum melakukan pencernaan. Lisosom sekunder yakni lisosom yang telah/sedang melakukan pencernaan.
Mikrotubul dan mikrofilamen

Gambar 9. Lisosom


Lisosom mencerna materi yang dimasukkan kedalam sel dan mendaur ulang materi dari pembuangan intraseluler. Selama fagositosis sel mengurung makanan dalam vakuola dengan membran yang terlepas secara internal dari membran plasma. Vakuola makanan bergabung dengan lisosom, dan enzim hidrolitik mencerna makanan tersebut. Setelah hidrolisis, gula sederhana, asam amino dan monomer lain melewati membrane lisosom untuk menuju kedalam sitosol sebagai nutrien untuk sel tersebut dengan proses autofagi, yaitu lisosom mendaur ulang kandungan molekuler organel.


Sentrosom


Umumnya sel hewan mengandung sentrosom yang letaknya pada sitoplasma dekat membran inti. Struktur sentrosom berbentuk bintang. Pada saat pembelahan sel (Mitosis maupun Meiosis) mengandung dua sentriol. Sebuah sentriol terbentuk dari 9 set tabung yang masing-masing set terdiri dari 3 buah mikrotubul yang berfungsi menggerakkan kromosom pada saat pembelahan sel. Sentrosom bertindak sebagai benda kutub dalam mitosis dan meiosis. Struktur ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.

lisosom


sentrosom
Ketika sel membagi, sentrosom mereplikasi dirinya sendiri, membentuk dua sentrosom yang pindah ke ujung berlawanan sel. Masing-masing sentrosom lalu mengeluarkan gelondong yang seharusnya memisahkan DNA sel, membedakan sel ke dalam dua tiruannya sendiri yang kemudian bisa pecah menjadi sel segar. Disamping memainkan tugas penting di sel pembelahan, sentriol juga menolong untuk menyediakan bantuan struktural untuk sel intinya.

MACAM MACAM BENDA LANGIT

MACAM MACAM BENDA LANGIT

1. Bintang

Matahari pusat tata surya
Matahari pusat tata surya. (wikimedia.org)
Bintang adalah benda langit yang dapat memancarkan cahayanya sendiri. Dalam sistem tata surya kita, matahari yang menjadi bintang utamanya. Ukuran matahari sebagai bintang utama di tata surya sangatlah besar. Hampir 98% massa tata surya berada di matahari. Matahari memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Matahari termasuk bintang generasi kedua. Terbentuk dari ledakan bintang generasi pertama yang terjadi sekitar 4,6 milyar thaun lalu.
  • Matahari tersusun dari sebagian besar gas, utamanya gas hidrogen. Itulah yang membuat matahari bisa berpijar sampai saat ini.
  • Menurut penelitian, matahari mempunyai diameter 1.392.500 km, atau 109 kali ukuran diameter bumi.
  • Matahari pada dasarnya tersusun dari 4 lapisan, yakni korona, kromosfer, fotosfer dan inti.
  • Korona adalah klapisan paling luar matahari. Bentuknya seperti mahkota dengan warna keabu-abuan. Bagian korona matahari mempunyai suhu diatas 1 juta Kelvin dan ketebalannya mencapai 700 km.
  • Kromosfer adalah bagian atmosfer yang menyelubungi matahari. Ketebalannya mencapai 2000 km dengan suhu 4500 Kelvin. Kromosfer terlihat seperti cincin disekitar bulan pada saat terjadi gerhana bulan.
  • Fotosfer adalah bagian permukaan dari matahari. Suhu di permukaan matahari mencapai 6000 Kelvin dengan tebal lapisannya sekitar 300 km. Pada fotosfer inilah cahaya matahari dihasilkan.
  • Inti matahari adalah bagian terdalam dari matahari. Dimana disanalah terjadinya proses fisi dan fusi matahari untuk menghasilkan energi. Ukuran inti matahari adalah 1/50 ukuran total matahari. Sedangkan massa inti matahari adalah ½ massa matahari.

2. Planet

Bumi termasuk salah satu planet di tata surya.
Bumi termasuk salah satu planet di tata surya. (youtube.com)
Planet adalah benda langit yang beredar mengelilingi bintang utama yakni matahari. Planet tidak bisa memancarkan cahaya sendiri, melainkan hanya merefleksikannya saja. Dalam tata surya kita terdapat 8 planet yang mengorbit pada matahari. Planet-planet tersebut memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Planet dalam tata surya terbagi menjadi dua macam, yakni planet dalam (teressial) dan planet luar (ekstrateressial).
  • Planet dalam terdiri dari merkurius, venus dan bumi. Sedangka planet luar terdiri dari mars, jupiter, saturnus, uranus dan neptunus.
  • Merkurius adalah planet terdekat dengan matahari. Jaraknya 58 juta km dari matahari. Merkurius tergolong sebagai pllanet terkecil dengan diameter 4.862 km dengan massa sekitar 0,055 massa bumi. Siang hari suhunya mencapai 430 derajat celcius dan malam -170 derajat celcius. Merkurius tidak memiliki satelit.
  • Venus adalah planet terdekat kedua dengan matahari. Jaraknya 108 juta km dari matahari. Venus mempunyai diameter 12.100 km dengan massa sekitar 0,815 massa bumi. Suhu terpanas venus mencapai 400 derajat celcius. Venus merupakan planet bercahaya putih terang. Venus sering muncul di cakrawala pada saat fajar dan menjelang matahari terbenam. Sehingga venus mempunyai julukan bintang timur, bintang kejora, atau bintang fajar. Venus tidak memiliki satelit.
  • Bumi adalah planet yang kita diami ini. Jaraknya 150 juta km dari matahari. Bumi memiliki diameter 12.750 km. Planet bumi dilengkapi dengan lapisan atmosfer bumi yang cuku tebal. Atmosfir ini memiliki fungsi untuk menangkal radiasi matahari dan benda-benda langit yang berbahaya. Atmosfir tersebut 72% terdiri dari nitrogen, 21% oksigen dan 7% gas lain-lain. Bumi memiliki satu satelit yakni bulan.
  • Mars adalah planet yang diercaya miri dengan bumi. Jaraknya 228 juta km dari matahari. Mars memiliki diameter 4.780 km. Pada siang hari di mars suhunya mencapai -13 derajat celcius dan malam -80 derajat celcius. Mars memiliki dua satelit, yakni Phobos dan Deimos. Selain itu mars juga memiliki gunung tertinggi, yakni olympus yang 2x lebih tinggi dari Everest.
  • Jupiter adalah planet terbesar di tata surya. Jaraknya 778 juta km dari matahari. Jupiter memiliki diameter 143.000 km dengan massa sekitar 318 massa bumi atau 2,5 kali massa seluruh planet dalam tata surya. Jupiter memiliki 4 satelit utama yakni Io, Europa, Callisto dan yang terbesar Ganymede (yang ukurannya jauh lebih besar dari merkurius).
  • Saturnus adalah planet terbesar kedua di tata surya. Karakteristiknya unik, yakni mempunyai cincin cakram yang tersusun atas es dan debu langit. Jaraknya 1.428 juta km dari matahari. Saturnus memiliki diameter 120.000. Suhu permukaannya mencapai -145 derajat celcius. Saturnus memiliki 60 satelit, yang terbesar diantaranya adalah Titan dan Enceldus.
  • Uranus adalah planet yang berwarna biru dengan pancaran panas yang sedikit. Jaraknya 2.869 juta km dari matahari. Uranus memiliki diameter 51.118 km dengan massa sekitar 14 massa bumi. Uranus mempunyai suhusekitar -170 derajat celcius. Uranus memiliki 15 satelit, yang terbesar diantaranya adalah Ariel.
  • Neptunus adalah planet yang mempunyai karakteristik mirip uranus. Jaraknya 4.495 juta km dari matahari dan diameter 48.600 km. Suhu Neptunus berkisar di -190 derajat celcius. Neptunus memiliki 2 satelit, yakni Triton dan Neroid.
  • Pluto awalnya juga dimasukkan dalam sistem tata surya. Namun, belakangan ini sudah tidak lagi. Sebab luto memiliki ukuran yang sangat kecil, dan sering disebut sebagai ‘dwarf’ planet atau planet kerdil.
  • Baru-baru ini peneliti dan astronom menemukan fakta mengejutkan. Bahwa telah ditemukan planet baru yang diberi nama planet nine / planet kesembilan. Bahkan gambar planet nine / planet kesembilan sudah dipublikasikan.

3. Satelit

Bulan sebagai satelit bumi, bagian dari tata surya.
Bulan sebagai satelit bumi. (nasa.gov)
Satelit adalah benda langit yang mengelilingi sebuah planet sambil mengelilingi matahari. Satelit dibedakan menjadi dua, yakni satelit alam dan satelit buatan. Satelit alam merupakan benda langit mirip planet yang mengitari sebuah planet. Sedangkan satelit buatan adalah satelit yang dirancang manusia untuk keperluan tertentu. Satelit sendiri memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Satelit yang paling banyak diteliti adalah Bulan. Satelit alam dari planet bumi ini memiliki beberapa karakter unik, yakni pada permukaannya banyak terdapat kawah.
  • Dalam setiap tahunnya bulan mengalami beberapa gerhana, baik gerhana total maupun sebagian.
  • Selain itu terdapat juga fenomena bulan purnama. Dimana bulan berada pada ukran yang bulat sempurna dan orbit dekat dengan bumi. Saat itu biasanya terjadi air pasang dan gejala tsunami kecil.
  • Sedangkan untuk satelit buatan biasanya diterbangkan menggunakan roket. Ditembakkan menurut jalur orbit tertentu yang dekat dengan bumi. Tujuannya untuk keperluan komunikasi, radio, pemetaan, penelitian, dll.

4. Asteroid

Asteroid yang ada di tata surya.
Sabuk asteroid. (image-about-space.com)
Asteroid adalah benda langit yang merupakan sisa pecahan dari ledakan besar/big bang. Nah, pecahan yang tida dapat menjadi planet tersebut dinamakan asteroid. Asteroid yang ada di tata surya berbentuk seperti sabuk. Letaknya diantara planet mars dan jupiter. Asteroid ini sekaligus dijadikan sebagai batas antara planet luar dan planet dalam. Asteroid memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Diameter sabuk asteroid diperkirakan sekitar 100 km.
  • Jauh dibelakan planet Neptunus terdapat satu lagi sabuk asteroid. Sabuk asteroid tersebut diberi nama ‘Sabuk Edgeworth-Kuiper’.
  • Rata-rata lama revolusi asteroid tersebut adalah 3 atau 6 kali revolusi bumi. Bila dihitung sekitar 1095-2190 hari.
  • Sejauh ini sabuk asteroid yang sudah bisa diidentifikasi oleh peneliti ada 4. Ceres berdiameter 975 km, Juno berdiameter 265 km, Vesta berdiameter 530 km dan Pallas berdiameter 535 km.

5. Meteoroid

Meteoroid banyak tersebar di tata surya.
Meteoroid banyak tersebar di tata surya. (diffen.com)
Meteoroid adalah benda langit yang mengambang tanpa memiliki lintasan orbit. Biasanya meteoroid berasal dari tabrakan antar asteroid. Meteoroid sendiri berjumlah jutaan dan sebagian besar banyak yang menabrak planet-planet lain termasuk bumi. Meteoroid memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Berbentuk bongkahan batu yang tidak mempunyai arah dan lintasan orbit tertentu. Rata-rata berasal dari sabuk asteroid terdekat dari planet tersebut.
  • Sebagian besar yang menabrak planet akan hancur saat berada dalam atmosfirnya. Gesekan antara meteoroid degan atmosfir akan menghasilkan panas yang bercahaya dan sekilas mirip seperti ekor.
  • Meteoroid yang bergerak jatuh ke sebuah planet disebut meteor. Sedangkan yang sampai mendarat di permukaan planet disebut meteorit.
  • Meteor bisanya akan jelas terlihat pada saat menjelang fajar. Sebagian besar dari kita menyebutnya bintang jatuh. Apabila berutung, kadang kita bisa menyaksikan hujan meteor, dimana banyak meteor berjatuhan secara bersamaan.

6. Komet

Komet sebagai bagian dari sistem tata surya.
Komet terlihat di cakrawala. (mshanken.com)
Komet adalah benda langit yang berbentuk bola pijar berekor. Sebagian besar menyebut komet sebagai bintang berekor. Orang jawa sering menyebut komet sebagai lintang kemukus. Karena ekor komet sekilas mirip buah kemukus yang sudah kering. Nah uap itulah yang terlihat seperti ekor. Komet memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Komet ini memiliki garis orbit lonjong/oval dan beredar di sekitar matahari. Sehingga ada bagian orbit yang jauh dari matahari dan ada yang sangat dekat dengan matahari.
  • Komet tersusun atas gas, debu dan bongkahan es. Sehingga pada saat mengorbit dekat matahari, komet menghasilkan uap yang arahnya menjauhi matahari. Nah, uap itulah yang sering disebut sebagai ekor komet.
  • Panjang ekor komet rata-rata sangat panjang, bahkan bisa mencapai jutaan kilometer.
  • Pada dasarnya komet terdiri dari dua jenis, yakni komet periodik dan non periodik. Komet periodik beredar menurut lintasan pendek dan muncul pada periode yang cepat. Sedangkan komet non periodik beredar menurut lintasan yang ppanjang dan muncul pada periode yang cukup lama.
  • Komet periodik muncul dalam kurun beberapa tahun sampai 200 tahun. Komet periodik diantaranya adalah komet Halley, komet Hartley, komet Kopff, dan komet Encke. Komet Halley adalah yang paling cepat, yakni 76 tahun sekali.
  • Komet non periodik muncul dalam kurun ribuan atau jutaan tahun. Sehingga komet non periodi hanya bisa dilihat sekali saja. Komet non periodik diantaranya adalah komet Arend-Roland, komet Brooks, komet Ikeya-Seki, komet Lulin, dan komet Kohoutek.